Get a Glitter Calendar Click Here

Selasa, 17 Juni 2014

Pengambilan keputusan dalam struktur modal (Manajemen Keuangan)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM STRUKTUR MODAL

1.      Bagaimana Perusahaan Menggambil Keputusan Pendanaan
Hutang dapat memberikan manfaat bagi pemilik perusahaan, selama pembayaran bunga bisa dipergunakan untuk mengurangi beban pajak. Namun manfaat akan di penalty oleh biaya kebangkrutan, di mana perusahaan menggunakan hutang untuk meminimumkan biaya modal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, yaitu:
v  Perusahaan akan enggan melakukan financing dicisions smata-mata untuk penggantian sumber dana karena adanya biaya penerbitan yang cukup berarti.
v  Perusahaan mungkin tidak bisa menaksir besarnya biaya modal sendiri (berlaku untuk perusahaan yang tidak menerbitkan sahamnya ke pasar modal).
v  Hutang mungkin diperoleh dari pasar keuangan yang tidak kompetitif, dalam arti biaya hutang yang ditawarkan oleh pihak yang menyediakan kredit lebih tinggi dari bunga obligasi.
Sehingga diperlukan alat-alat analisis lain yang bisa dipergunakan untuk menyimpulkan apakah penggunaan hutang bisa dipertanggungjawabkan tau tidak. Analisis ini meliputi analisis rentabilitas dan analisis likuiditas.
Cara-cara perusahaan mengambil keputusan pendanaan:
1)      Rasio hutang yang digunakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di pasar modal cukup tinggi. Di Indonesia hal ini disebabkan karena biaya kebangkrutan mungkin dinilai relatif rendah dan belum tersedianya sarana untuk menghimpundana dalam bentuk modal sendiri.
2)      Perubahan komposisi hutang mempunyai dampak terhadap harga saham. Di mana perubahan leverage ini menimbulkan perusahaan memperoleh abnormal return positif dan abnormal return negatif. Abnormal return positif berarti keuntungan yang diperoleh pemodal lebih besar dari keuntungan yang seharusnya, sehinngga peningkatan leverage dinilai memberikan manfaat bagi pemodal (dalam bentuk penghematan beban pajak) dan juga itu berarti menunjukkan bahwa biaya kebangkrutan tidak terlalu besar karen penghematan pajak lebih besar dari kerugin karena mungkin munculnya biaya kebangkrutan.
3)      Ada perbedaan leverage yang digunakan oleh industri yang berbeda. Apabila suatu industri mempunyai Debt to Equity Ratio(DER) lebih dari satu artinya hutangnya lebih besar dari modal sendiri, maka kemungkinan industri tersebut mempunyai resiko usaha yang lebih kecil sehingga berani menggunakan proporsi hutang yang lebih besar.


2.      Analisis Rentabilitas Ekonomi dan Rentabilitas Modal Sendiri
Analisis rentabilitas ekonomi menekankan pada kemungkinan penggunaan hutang. Analisis yang mendasarkan pada pemikiran penggunaan hutang dibenarkan adalah diharapkan memberikan tambahan Laba Operasi(EBIT) atau bisa dikatakan memberikan rentabilitas ekonomi yang lebih besar dari bunga hutang yang harus dibayar. Hal ini disebabkan karena penggunaan hutang diharapkan akan meningkatkan rentabilitas modal sendiri(return on equity) yang menujukkan bagian keuntungan yang menjadi hak milik perusahaan.
                                      Laba operasi(EBIT)
Rentabilitas ekonomi =                                
                                                Asset

Analisis rentabilitas modal sendiri menekankan seberapa banyak keuntungan yang menjadi hak pemilik modal sendiri. Peningkatan rentabilitas modal sendiri berarti juga peningkatan EPS(laba per saham) sehingga anlog dengan analisis EBIT dan EPS. Namun demikian, analisis EBIT-EPS sebenarnya mengacaukan dasra analisis yaitu digunakannya nilai pasar untuk variabel harag per saham di mana akan mempengaruhi beberapa jumlah saham baru yang akan diterbitkan, dan digunakannya nilai bku untuk variabel EPS. Penggunaan dasar yang berbeda ini dihindari pada analisis rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri.
                                                Laba setela pajak(EAT)
 Rentabilitas modal sendiri =                                               
                                                      Modal sendiri

Jadi, jika analisis menunjukkan bahwa penggunaan hutang pada saat rentabilitas ekonomi > bunga hutang mengakibatkan memperoleh rentabilitas modal sendiri yang lebih besar. Kedua analisis ini menekankan pada sisi profitabilitas penggunaan hutang.

3.      Analisis dari Sisi Likuiditas

Analisis dari sisi likuiditas pada dasarnya mendasarkan pemikiran bahwa arus kas (cash flow)yang masuk sebagian besar(atau mungkin seluruhnya) bersifat variabel. Artinya, apabila operasi perusahaan menurun maka kas masuk akan menurun secara proporsional. Sedangkan kas keluar ada yang bersifat variabel dan ada juga yang bersifat tetap.. Penggunaan hutang akan menambah proporsi arus kas yang bersifat tetap karena pembayaran bunga dan angsuran pokok pinjaman bersifat tetap. Sebagai akibatnya apabila perusahaan mempunyai proporsi kas keluar yang tetap dalam jumlah yang besar, maka perusahaan akan cepat mengalami kesulitan likuiditas (kas keluar > kas masuk). Apabila dari kegiatan yang lain bisa menghasilkan cash flow yang memadai untuk menuup kewajiban finansial, maka penggunaan hutang bisa tidak akan menimbulkan kesulitan likuiditas
Penggunaan hutang akan menimbulkan kewajiban finansial berupa bunga maupun angsuran okok, sehinggaitu tidak didinginkan akan menimbulkan kesulitan likuiditas bagi perusahaan(ketidakmampuan memenuhi hutang). Oleh karena itu untuk memperkirakannya bisa ditaksir rasio keuangan yang disebut Debt Service Coverage(DSC).
                                    (Laba  operasi EBIT + penyusutan)
DSC =                                                                                                            
                                                Angsuran pokok pinjaman
Bunga + Sewaguna +                                                           
                                                (1 – t)
            Ket: t adalah tarif pajak penghasilan (Income Tax)
4.      Analisis Rentabilitas dan Likuiditas Serta Kaitannya dengan Biaya Modal Perusahaan
Analisis dari sisi rentabilitas menyimpulkan bahwa penggunaan hutang bisa dibenarkan yang berarti bahwa akan menurunkan biaya modal perusahaan jika hutang tersebut diperoleh dari pasar modal yang kompetitif dan biaya kemungkinan kebangkrutan relatif sangat kecil. Maka hal ini analisis dari sisi rentabilitas akan konsisten dengan analisis dari aspek biaya modal karena penggunan hutang juga menurunkan biaya modal perusahaan (meningkatkan nilai perusahaan).
Analisis dari sisi rentabilitas ekonomi yaitu biaya hutang yang ditanggung < laba yang di peroleh, sehingga perusahaan mampu menutupinya. Sedangkan analisis dari aspek biaya modal penggunaan hutang tidak menimbulkan kemungkinan kebangkrutan yang berarti, maka nilai perusahaan yang menggunakan hutang akan sama dengan nilai perusahaan yang tidak menggunakan hutang ditambah dengan PV penghematan pajak.
            Analisis dari sisi likuiditas lebih sulit pengkuantifikasiannya. Perusahaan yang dinilai baik likuiditasnya kemungkinan perusahaan akan mampu meminjam dengan suku bunga yang murah. Di mana penurunan biaya hutang(bunga yang rendah) yang pada akhirnya akan menurunkan biaya modal perusahaan, karena di mata kreditur perusahaan dinilai lebih aman.
DAFTAR PUSTAKA
                                      
Van Horne James C., J.M.Wachowicz. Fundamental of Financial Management(Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan) buku 2. Edisi 12. Salemba Empat. Jakarta:2001

Husnan Suad, E.Pudjiastuti. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi Keempat. UPP AMP YKPN. Yogyakarta:2004










   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar