1. Perbedaan
dan persamaan kolerasi pearson product moment, rank spearman, dan kontijensi C
|
Perbedaan
|
Persamaan
|
|
1.
Pearson Product Moment
-
Merupakan pengukuran parametrik.
-
Datanya berskala interval/ rasio (kuantitatif).
-
Uji signifikan menggunakan uji t.
|
-
Dari ketiga kolerasi yaitu pearson product moment,
rank spearman, dan kontijensi C sama-sama merupakan analisis kolerasi
bivariat (2 variabel yaitu variabel bebas/independen dan variabel tidak bebas/dependen).
|
|
2.
Rank Spearman
-
Merupakan pengukuran non-parametrik.
-
Datanya berskala ordinal (ranking) atau
kualitatif.
-
Uji signifikan menggunakan uji Z.
-
Mengukur 2 variabel yang tidak mempunyai joint
normal distribution dan conditional variance tidak diketahui sama.
|
-
Dari ketiganya juga sama-sama mengukur kekuatan
hubungan derajat/keeratan antar variabel.
|
|
3.
Kontijensi C
-
Datanya berskala nominal (kualitatif).
-
Dihitung dari sebuah tabel kontijensi.
-
Uji signifikan menggunakan uji independensi
chi-square.
-
Nilai koefisien kontijensi C tidak pernah negatif,
berkisar antara 0 hingga 1.
-
Variasinya merupakan variasi bersama (joint
variation) dan dapat berhubungan secara dependen/independen sempurna.
|
-
Untuk kolerasi pearson product moment dan rank
spearman memiliki persamaan yaitu nilai koefisien berada di antara
-1 < r < 1. Bila
nilai r = 0, berarti tidak ada korelasi atau tidak ada hubungan anatara
variabel independen dan dependen. Nilai r = +1 berarti terdapat hubungan yang
positif antara variabel independen dan dependen. Nilai r = -1 berarti
terdapat hubungan yang negatif antara variabel independen dan dependen.
|
3. SKALA
LIKERT
Skala
likert banyak digunakan dalam penelitian pendidikan, sosial dan psikologi
karena manfaatnya untuk menjaring sikap responden. Skala
Likert adalah
suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan
merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset
berupa survei. Pengertian lainnya Skala Likert juga adalah skala yang digunakan untuk mengukur
persepsi, sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa
atau fenomena sosial, berdasarkan definisi operasional yang telah ditetapkan
oleh peneliti.
Nama skala
ini diambil dari nama Rensis Likert, yang
menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya. Sewaktu menanggapi
pertanyaan dalam skala Likert, menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu
pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Biasanya
disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:
a. PERTANYAAN
POSITIF (+)
Skor 1 Sangat (tidak
setuju/buruk/kurang sekali)
Skor 2. Tidak (setuju/baik/)
atau kurang
Skor 3. Netral /
Cukup
Skor 4. (Setuju/Baik/suka)
Skor 5. Sangat (setuju/Baik/Suka)
b. PERTANYAAN
NEGATIF (-)
Skor 1. Sangat (setuju/Baik/Suka)
Skor 2. (Setuju/Baik/suka)
Skor 3. Netral / Cukup
Skor 4. Tidak (setuju/baik/) atau kurang
Skor 5. Sangat (tidak setuju/buruk/kurang
sekali)
Kapan pakai Skala Likert:
·
Ingin menggambarkan secara kasar posisi individu
dalam kelompoknya (posisi relatif).
·
Ingin
membandingkan skor subyek dengan kelompok normatifnya.
·
Ingin
menyusun skala pengukuran yang sederhana dan mudah dibuat
Tips
membuat item pada Skala Likert (Likert Scale) di tes psikometri/psikotes:
Item-item dalam
skala likert terdiferensiasi dari sikap-sikap yang favorable hingga sikap-sikap
yang unfavorable dan memiliki range of response diantara kedua sikap tersebut
dalam satu kontinum.
Skala likert dapat
digunakan pada berbagai konteks, termasuk konteks klinikal, pendidikan, dan
organisasi. Dalam membuat item pada skala likert perlu diperhatikan
hal-hal berikut ini. Dibawah ini tips membuat item skala likert:
§
Hindari
item yang mengacu pada banyak peristiwa masa lalu dibandingkan pada saat ini.
§
Hindari
item yang dapat diinterpretasikan sebagai fakta padahal bukan.
§
Hindari
item yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara.
§
Hindari
item yang tidak relevan dengan konteks psikologis atau konstruk yang belum
terbangun.
§
Hindari
item yang jawabannya hampir sama oleh setiap orang atau item yang tidak
akan dipilih oleh seorangpun.
§
Susun
item dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan langsung.
§
Buat
item pendek, tidak lebih dari 20 kata.
§
Satu
item hanya berisi satu ide/pokok pikiran.
§
Hindari
terjadinya double negatif.
§
Hindari
item yang menyebabkan ambiguity pada responden.
Langkah
dalam penyusunan skala likert secara rinci sebagai berikut:
1.
Menentukan
dan memahami dengan baik apa yang akan diukur
2.
Menyusun
Blue Printuntuk memandu penyusunan alat ukur
3.
Indikator
yang secara teoritis-logis memberi kontribusi yang lebih besar harus diberikan
pernyataan yang lebih banyak
4.
Pernyataan
dibuat Favorable dan Unfavorable
5.
Membuat
Item sesuai dengan kaidah
6.
Uji
coba item
7.
Memilih
item yang baik
8.
Menyusun
item terpilih menjadi satu set alat ukur
9.
Menginterpretasikan
hasil pengukuran.
Interpretasi skor perhitungan
Untuk mendapatkan hasil interpretasi, harus diketahui dulu skor tertinggi
(X) dan angka terendah (Y) untuk item penilaian dengan rumus sebagai berikut :
Y = Skor tertinggi
likert x jumlah panelis
X = Skor terendah likert
x jumlah panelis
maka penilaian interpretasi panulis adalah hasil nilai yang dihasil dengan
menggunakan rumus Index %.
RUMUS INDEX %
= Total Skor / Y x 100
PRA Penyelesaian
Sebelum menyelesaikannya kita harus mengetahui interval (Jarak) dan
interpretasi persen agar mengetahui penilaian dengan metode mencari Interval
skor persen (I).
RUMUS INTERVAL
I = 100 / Jumlah Skor (likert)
(Ini adalah intervalnya jarak dari terendah 0 % hingga tertinggi 100%)
Berikut contoh kriteria interpretasi skornya berdasarkan interval :
·
Angka 0% – 19,99% = Sangat (tidak
setuju/buruk/kurang sekali)
·
Angka 20% – 39,99% = Tidak setuju
/ Kurang baik)
·
Angka 40% – 59,99% = Cukup / Netral
·
Angka 60% – 79,99% = (Setuju/Baik/suka)
·
Angka 80% – 100% = Sangat (setuju/Baik/Suka)
Penyelesaian Akhir
= Total skor / Y x 100
Sumber:
-
http://nana5upriatna.blogspot.com/2010/08/skala-likert.html
-
http://cintastatistika.blogspot.com/2013/05/teori-korelasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar